Jumat, 04 Oktober 2019

Kewirausahaan

BAB 1

[ ] KARAKTER PENGUSAHA SUKSES
Terlepas dari apapun arti kesuksesan, terdapat ciri-ciri umum yang dimiliki oleh pengusaha sukses, yakni:

1. Buat passion jadi usaha
2. Jalankan dengan serius
3. Rencanakan semuanya dengan matang
4. Mengelola uang dengan bijak
5. Fokus terhadap konsumen dan pelanggan.
6. Ciptakan keunggulan kompetitif

[ ] MENJADI PENGUSAHA YANG BERETIKA
Untuk menjadi pengusaha yang sukses, seseorang harus mampu menjalankan bisnis secara beretika. Etika usaha merupakan komponen dasar dan penting yang harus selalu dipegang oleh seorang pengusaha dalam menjalankan setiap proses dalam usahanya. Berikut adalah beberapa cara untuk menjadi pengusaha yang beretika:

1. Jujur
2.Komitmen
3. Loyalitas/ kesetiaan
4. Kepedulian
5. Mematuhi aturan

BAB 2

• ANALISA PROS-CONS (ASPEK POSITIF DAN ASPEK NEGATIF
Analisa Pros-Cons adalah suatu cara untuk menilai apakah ide usaha yang diusulkan layak untuk dijalankan atau tidak. Dalam analisa ini, pengusaha harus dapat mencari, mengumpulkan, dan mencatat semua informasi yang terkait dengan usulan ide usaha dan kemudian mengelompokkan apakahinformasi tersebut termasuk aspek positif (Pros) atau termasuk aspek negatif (Cons). Beberapa informasi yang harus didata adalah :
1. Keahlian yang dimiliki pengusaha untuk menjalankan usaha tersebut
2. Ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan
3. Kemudahan mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan Kemampuan dalam memproduksi dalam satu periode
4. Keberadaan dan jumlah pesaing yang mempunyai produk sejenis
• ANALISA SWOT
Setelah terpilih satu ide usaha dari analisa aspek positif – aspek negatif (pros-cons), tahap selanjutnya adalah melakukan analisa SWOT yang dapat membantu pengusaha dalam mencari, mengumpulkan, dan mencatat informasi yang lebih detail dan rinci,sehingga pengusaha mampu untuk memaksimal apa yang dimiliki dan mengatasi kelemahan dan ancaman yang akan muncul. Analisa SWOT adalah suatu cara yang digunakan untuk menilai dan mengukur kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses) yang dimiliki oleh pengusaha, serta melihat peluang (Opportunities) dan mencari informasi adanya ancaman/gangguan (Threats) dari usulan produk dan pasar. Informasi yang digunakan dalam analisa SWOT adalah informasi yang berasal dari usulan ide usaha yang telah lolos analisa pros-cons. Setelah melakukan analisa SWOT, pengusaha dapat memikirkan cara untuk memaksimalkan kekuatannya, mengatasi kelemahannya, memanfaatkan peluang yang ada, dan bersiap menghadapi ancaman dan gangguan yang muncul. Dengan analisa SWOT maka pengusaha Kondisi Internal Pengusaha (Dalam diri pengusaha)
Strengths (Kekuata)Weaknesses (Kelemahan) Opportunities (Peluang) Threats (Ancaman) Kondisi Ekstern.

ANALISA PESAING
Penjual akan berusaha mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya, berusaha agar produknya lah yang dipilih dan diminati oleh konsumen, dengan begitu usahanya akan semakin laris dan maju. Kondisi seperti itulah yang dinamakan persaingan. Pengusaha yang bisa memenangkan persaingan, usahanya akan maju dan bertahan. Maka dari itu, sangat penting bagi seorang pengusaha untuk mengetahui siapa pesaingnya agar dapat membuat sesuatu yang “berbeda” dan mendapatkan tempat di hati konsumen.

Berdasarkan analisa di atas saya berencana untuk membuat sebuah produk pangan yaitu pisang crispy, yang dimana saya dan kelompok saya membuat produk pangan ini karena lingkungan yang dekat dengan masyarakat.

BAB 3 KENALI USAHA KU

SIAPA KONSUMEN PRODUKKU?

Dikarenakan begitu banyak pilihan produk barang atau jasa yang ditawarkan, maka seorang penjual harus memilih calon konsumen yang akan dipenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, penting bagi pengusaha untuk memahami kriteria calon konsumen. Kriteria tersebut meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendapatan, tempat tinggal, dan lainnya.Pengusaha diperbolehkan memilih lebih dari satu kelompok konsumen jika mereka mempunyai kebutuhan yang sama. Pengusaha juga diperbolehkan menulis kriteria lain yang dianggap perlu untuk diketahui.Pada produk kami ini konsumen yang di tuju yaitu mahasiswa utm dan masyarakat telang, mulai dari remaja sampai ke dewasa. Dari tingkat bawah sampai tingkat atas.

KEUNGGULAN BERSAING

Dalam menjalankan usaha, seorang pengusaha pasti akan menghadapi persaingan. Beberapa pesaing sudah diidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. Ada beberapa cara untuk menghadapi, bertahan, dan unggul dalam persaingan tersebut. Salah satunya adalah dengan memiliki keunggulan bersaing. Suatu usaha dikatakan memiliki keunggulan bersaing jika usaha tersebut mempunyai sesuatu yang berbeda dari yang dimiliki oleh pesaing dan melakukan sesuatu lebih baik dari pesaing. Ada dua cara untuk menciptakan keunggulan bersaing, yaitu:
1. Biaya produksi yang lebih murah
2. Menciptakan perbedaan dengan produk pesaing


BAB 4
PRODUKSI DAN PROYEKSI KEUANGAN

Produksi adalah suatu kegiatan untuk membuat barang/jasa yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Dikatakan produksi saat mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau mengolah bahan setengah jadi menjadi bahan jadi. Proses produksi merupakan salah satu tahapan penting dalam sebuah usaha yang harus direncanakan dan dipikirkan dengan matang karena berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan dan kualitas barang / jasa yang dihasilkan.

[ ] SUMBER DAYA UTAMA, MODAL AWAL, DAN ALUR PRODUKSI

Berikut ini akan dibahas satu per satu peralatan, bahan baku, dan alur proses produksi :
1. Peralatan yang digunakan : Dalam membuat suatu produk pasti dibutuhkan alat-alat untuk mendukung. Selain mengeluarkan biaya untuk pengadaan peralatan, terdapat juga beberapa biaya - biaya yang harus dikeluarkan pada awal suatu usaha agar dapat memulai usaha dengan lancar :
• Biaya promosi awal
• Biaya sewa tempat (jika dibayar dimuka dalam jangka waktu tertentu, maka biaya sewa
• tempat dimasukkan ke dalam rincian biaya di atas, tetapi jika dibayar tiap bulan, biaya
• sewa tempat masuk ke biaya operasional bulanan)
• Biaya resiko. Jumlah uang yang disediakan sebagai uang jaga-jaga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti produk basi, tidak terjual, tepung tumpah, telur pecah, dll.
• Uang untuk membeli membeli bahan baku awal produksi
2. Memahami dengan pasti alur proses produksi
Untuk memastikan barang atau jasa yang diproduksi memiliki kualitas yang baik, pengusaha harus memahami setiap tahap dalam produksi yang dilakukan.

[ ] BIAYA PRODUKSI
Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk yang akan dijual. Biaya produksi merupakan biaya tidak tetap, karena besar kecilnya biaya tergantung dari sedikit/banyaknya jumlah produk yang akan dibuat.Dalam menghitung biaya produksi, ada 3 hal yang harus diperhitungkan, yaitu:

1. Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL) yaitu bahan baku utama yang diguanakan dalam prosuksi yang tidak bisa digantikan dengan bahan lain.
2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL) yaitu biaya untuk membayar orang yang melakukan proses pembuatan produk.
3. Biaya Pendukung yaitu semua biaya yang mendukung dalam proses produksi namun diluar biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung.
Jika 3 biaya – biaya di atas dijumlahkan, maka total 3 biaya tersebut disebut Harga Pokok Penjualan atau biasa disingkat HPP.
Apakah penting menghitung HPP? SANGAT PENTING..!!
Agar bisa diketahui berapa modal yang dibutuhkan untuk proses produksi. Dengan mengetahui biaya yang dikeluarkan, pengusaha bisa menetapkan harga jual dengan benar. Setelah dihitung HPPnya, tahap berikutnya adalah mencari HPP per produk/unit/bungkus. Caranya mudah, HPP yang telah dihitung diatas, dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan.

MENETAPKAN HARGA JUAL
Tidak ada cara khusus untuk menentukan harga jual suatu produk, karena biasanya pengusaha menetapkan berdasarkan harga pasar dan juga harga pesaing. Namun harga jual HARUS lebih besar dari harga pokok penjualan produk agar tidak rugi. Tabel berikut ini akan membantu menetapkan harga jual sehingga bisa diketahui laba kotor setiap produknya.

PERKIRAAN PERHITUNGAN BIAYA OPERASIONAL
Yang dimaksud biaya operasional (biaya tetap) adalah biaya yang dikeluarkan setiap bulan untuk mendukung berjalannyasuatu usaha, seperti biaya listrik, biaya air, biaya pegawai (jika ada), biaya promosi, dan
lain-lain. Jika biaya produksi termasuk biaya tidak tetap, maka biaya operasional termasuk biaya tetap. Dikatakan biaya tetap karena biaya yang dikeluarkan jumlahnya relatif tetap setiap bulannya.

PERHITUNGAN UNTUK MENUTUP BIAYA OPERASIONAL
Berikut ini cara menghitungnya :
BEP (Unit) = Total Biaya Operasional / Laba kotor per unit

PERHITUNGAN BALIK MODAL
Dengan mengetahui kapan modal kembali, seorang pengusaha bisa merencanakan pengembangan usahanya lebih lanjut. Rumus yang digunakan juga relatif sama, hanya berbeda di bagian pembagi. Jika sebelumnya yang digunakan sebagai pembagi adalah
biaya operasional, maka dalam perhitungan balik modal, pembaginya adalah biaya yang dikeluarkan sebagai modal awal saat akan memulai usaha. Berikut ini adalah rumus untuk menghitung berapa unit yang harus terjual supaya modal awalnya kembali:
Balik Modal (Unit) = Total Biaya Memulai / Laba kotor per unit
TARGET PRODUKSI, PENJUALAN, DAN PERKIRAAN LABA KOTOR
Berikut perhitungan sederhananya:
Balik modal (bulan) = Total modal awal / Laba Bersih Rata-rata Per Bulan

BAB 5
PEMASARAN
MENGEMBANGKAN STRATEGI PEMASARAN YANG EFEKTIF
Strategi: Cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai apa yang diinginkan (tujuan).
Pemasaran: kegiatan-kegiatan yang terdiri dari menentukan harga jual, menetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih.
Strategi pemasaran: cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk
menentukan harga jual, menetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih.
Manfaat strategi pemasaran
1. Merencanakan produk dan membuat produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen.
2. Menentukan harga jual yang tepat.
3. Mempromosikan produk dengan cara dan saluran media yang tepat.
Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Bauran pemasaran juga dikenal dengan istilah 4P,yaitu product (produk), price (harga), place (tempat penjualan/jalur distribusi), dan promotion (promosi).

Product (produk) adalah sesuatu yang ditawarkan ke calon konsumen, baik berupa barang maupun jasa. Hal-hal yang termasuk product meliputi: variasi, kualitas, desain, merek, dan kemasan.
Price (harga) adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh calon konsumen
untuk memiliki / menikmati barang atau jasa yang diinginkan. Hal-hal yang termasuk price meliputi: daftar harga dan diskon potongan harga.
Place (tempat penjualan / jalur distribusi) adalah merupakan lokasi atau tempat dimana calon konsumen bisa dengan mudah menjangkau atau mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan. Hal-hal yang termasuk place meliputi: lokasi penjualan, wilayah penjualan, dan alat transportasi.
Promotion (promosi) adalah kegiatan-kegiatan atau cara yang dilakukan oleh pengusaha untuk mengenalkan barang atau jasa yang dijual dan menarik minat calon konsumen untuk membeli, termasuk media yang digunakan untuk promosi. Hal-hal yang termasuk promotion meliputi: brosur, poster, iklan di koran, majalah, radio, media online (facebook dan Instagram), spanduk, dan lain-lain.

Sebelum menerapkan 4P di atas, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:

Solusi Pelanggan (Customer Solution). Barang atau jasa yang dijual harusnya dapat membantu dan mampu menyelesaikan masalah konsumen.
Biaya Pelanggan (Customer Cost). Barang atau jasa yang akan dibayarkan oleh konsumen untuk membeli produk tersebut harus sesuai atau setara dengan kebutuhan atau keinginannya.
Kenyamanan (Convenience). Barang atau jasa tersebut mampu menyenangkan konsumen karena mudah diperoleh di mana-mana.
Komunikasi (Communication). Pengusaha dan konsumen dapat melakukan komunikasi
baik sebelum membeli, saat membeli, maupun sesudah pembelian barang atau jasa.

ANGGARAN PEMASARAN
Anggaran pemasaran hanya mencakup biaya yang timbul dari aktivitas pemasaran saja. Tidak termasuk aktivitas usaha yang lain, seperti produksi.

BAB 6
RANCANG KEUANGAN USAHA MU


KEUANGAN PRIBADI DAN KEUANGAN USAHA
Berikut ini adalah tips sederhana untuk membuat keuangan usaha dan keuangan pribadi menjadi sehat dan seimbang:
1. Pisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi
2. Tentukan jumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha
3. Catat pengeluaran dan pemasukan dengan rapi
4. Kurangi resiko dengan cara menghindari hutang
5. Gaji diri sendiri

BAB 7
RANCANG USAHA MU
MEMBUAT RENCANA USAHA (BUSINESS PLAN)
Berikut adalah cara muda dalam menyusul rencana usaha :
A. Informasi Dasar
Nama usaha
Jenis usaha
Deskripsi singkat usaha
B. Produk Usaha
Bagian ini berisi penjelasan mengenai produk usaha yang akan dijual yaitu:
a) Produk (barang/jasa) yang akan ditawarkan kepada konsumen
b) Keunggulan/keunikan masing-masing produk
c) Perbandingan produk yang ditawarkan dengan produk sejenis yang dijual
oleh perusahaan lain
d) Jumlah produksi dari produk yang akan ditawarkan
e) Kemana saja produk-produk tersebut akan dijual (distribusi)
Bagian ini berisi penjelasan mengenai kegiatan-kegiatan utama apa saja akan dilakukan
dalam usaha-mu, serta siapa yang akan melakukan kegiatan tersebut.

C. Kegiatan Utama (Key Activities)
Bagian ini berisi penjelasan mengenai sumber daya apa saja yang dibutuhkan dalam keseluruhan proses usaha. Sumber daya yang dimaksud di sini berupa alat, bahan, maupun tenaga kerja yang dilibatkan dalam keseluruhan proses usaha.

D. Sumber Daya Utama (Key Resource)
Bagian ini berisi penjelasan mengenai sumber daya apa saja yang dibutuhkan dalam keseluruhan proses usaha. Sumber daya yang dimaksud di sini berupa alat, bahan, maupun tenaga kerja yang dilibatkan dalam keseluruhan proses usaha.

E. Target Konsumen

Bagian ini berisi penjelasan mengenai siapa saja calon konsumen yang akan menjadi target pemasaran usaha Anda.

F. Strategi Pemasaran

Bagian ini berisi penjelasan mengenai cara memasarkan produk agar dapat diketahui oleh
konsumen, serta mampu manarik hati konsumen untuk membeli.

G. Rencana Keuangan
Bagian ini berisi penjelasan mengenai item-item atau hal-hal apa saja yang akan dikeluarkan untuk keberlangsungan usaha, beserta perkiraan biaya yang akan dikeluarkan. Komponen ini meliputi bagian produksi, pemasaran, operasional, distribusi, dan semua proses usaha. Tidak usah diisi jika tidak ada dalam usaha yang Anda jalankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar